Addie MS Pemicu Lahirnya “Musik Orchestra di Indonesia”

Musik Orchestra di tahun 1980-an belum begitu terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Karena pada saat itu hanya musik pop, jazz, R&B, dan Rock yang begitu tenar. Sampai tepat tahun 1990 musik orchestra mulai diterima oleh masyarakat Indonesia berkat tangan dingin dari seorang pria yang bernama Addie Muldjadi Sumaatmadja atau lebih dikenal dengan Addie MS. Yang sampai saat ini sudah dapat membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

Go Circle (GC)        : Bisa om Addie ceritakan awal mulanya om terjun ke dunia musik?

Addie MS (A.MS) : Awalnya setelah saya lulus di bangku SMA saya mulai mencintai musik. Pada saat itu saya sudah memutuskan untuk menjadi seorang musisi dan keinginan saya itu ditentang oleh orang tua saya. Karena menurut mereka, menjadi seorang musisi itu tidak mempunyai masa depan yang jelas.

Go Circle (GC)        :  Lalu apa yang om Addie lakukan sehingga orang tua akhirnya mengizinkan om menjadi seorang musisi?

Addie MS (A.MS) : Saya membuat riset kecil – kecilan dimana saya melihat kehidupan sehari – hari seorang musisi. Ternyata hasil dari riset itu dilihat bahwa profesi sebagai musisi itu sama saja seperti profesi – profesi   yang lain yang akhirnya saya menjadi seorang musisi.

Go Circle (GC)      : Di dunia atau di industri musik, banyak sekali jenis – jenis musik yang ditawarkan. Waktu pertama  menjadi seorang musisi, Om Addie berada di jenis  musik apa? Dan kenapa memilih jenis musik tersebut?

Addie MS (A.MS) : Saat itu saya senang sekali dengan musik klasik, tetapi karena pada saat itu jenis musik klasik di dalam dunia musik susah untuk menghidupi dengan layak. Yang akhirnya saya menentukan untuk bekerja di musik pop. Yang pada saat itu saya membuat album untuk artis-artis Indonesia seperti, Vina Panduwinata, Utha Likumahuwa, dan Chrisye. Yang semua warna musiknya adalah pop. Bukan membuat album untuk artis – artis Indonesia saja yang saya buat tetapi saya juga membuat lagu untuk iklan – iklan komersil yang sampai saat ini masih ditayangkan di stasiun – stasiun televisi.

Berkat tangan dingin dari suami Memes ini sudah menghasilkan banyak karya – karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia, terutama pecinta musik Orchestra. Apa yang didapatkan oleh seniman musik Orchestra ini tidak terlepas dari dukungan dari orang – orang terdekatnya, seperti keluarga dan sahabatnya.

Go Circle (GC)       : Kemudian mengapa om memilih untuk membangun sebuah Orchestra yang bernama Twillite Orchestra?

Addie MS (A.MS) : Sudah 12 tahun lamanya saya berjalan di dunia musik pop, yang sampai pada akhirnya membuat saya jeduh, dan bosan. Sampai pada akhirnya saya ingin menekuni musik yang suka saya dengerin pada malam hari. Tepat pada tahun 1991, saya bertemu dengan teman yang bernama Indra Bakri dan Oddie Agam. Dimana mereka menolong saya untuk membuat orchestra. Dan jadilah sebuah orchestra yang bernama Twillite Orchestra yang saya bangun bersama mereka, dan saya lebih memilih untuk fokus di musik orchestra dan meninggalkan semua pekerjaan – pekerjaan di dunia pop. Awal kehidupan saya di dunia orchestra sangatlah jomplang ketika saya masih berada di musik pop.

Go Circle (GC)       :   Sampai saat ini sudah berapa tahun lamanya om berkarya di musik orchestra?

Addie MS (A.MS):  Sudah 21 tahun lamanya saya berkarya dan bertahan di musik orchestra dan sudah 21 tahun lamanya Twillite Orchestra menjadi Orchestra simfoni tertua yang ada di Indonesia

Go Circle (GC)      :  Apakah Om Addie bersama Twillite Orchestra pernah mengadakan konser di dalam negeri maupun di luar negeri? Jika iya, negara – negara mana saja yang sudah menjadi tempat konser Om Addie bersama Twillite Orchestra?

Addie MS (A.MS):  Banyak tempat – tempat yang sudah dijadikan sebagai tempat konser yang dibuat. Di Indonesia pernah tepatnya di Jakarta. Kalau di luar negeri  tepatnya di Malaysia dan di Australia (Sydney Oprah House). Jika di Indonesia tujuan dari konser tersebut untuk tujuan komersil sedangkan konser yang diadakan di Malaysia dan Australia tujuannya untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia. (@ShynthaDamanik@riasundari5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s